Friendship is

Selasa, 22 Maret 2011

Kebahagian Dirimu


Malam ini seperti malam sebelumnya....
Saat teringat kebersamaan kita.
Ingat kau selalu ada walau berbeda waktu,ruang dan asa, mengisi hatiku,
Andai saja kamu jujur terbuka dengan hati kita.
Mungkin kita tak akan seperti ini
Andai saja sedikit kau melihat hatiku.
Tak mungkin kubiarkan diriku terlalu jauh.
Sekarang memang aku pergi mengusung piluku sendiri.
Apapun yang terjadi...
Aku tau, .... semua akibat sebuah rindu dan semuanya kehilangan akal
Kalau saja perasaan lebih kuat dari pada keegoisanmu
Membuatku sesak.
Membuatku galau berkepanjangan dan tak bisa kuelakkan.
Yang aku sesali mengapa baru kusadari,
Dan itu tak mungkin kuingkari.
Tulus dari dasar hatiku.
Kau tau... Ingin sekali aku bisa jujur padamu.
Mengatakan apa yang kurasakan.
Tapi seolah tak mungkin dan tak akan pernah, dilema hati tak pernah dapat jawaban.
Tak bisa mengurai benang kusut yang kulakukan.
Menjauh darimu itu sebuah jawaban.
Mati matian tak peduli padamu.
Acuh dan tak memperhatikanmu lagi.
Berusaha sekuat tenaga tak melihatmu.
Tak ada lagi yang dapat kulakukan.
Bahkan kubiarkan kau mengira, bahwa memang itulah yang kuinginkan.
Membiarkan kau berpikir bahwa aku membencimu.
Sedikitpun tak berusaha kusangkal.
Maafkan aku...
Andai masih bisa kukatakan kepadamu
Dan sekarang...
Kalau suatu hari nanti kau bisa melihat segala yang sengaja aku lakukan.
Mungkin kita sudah terlambat, ...
Meski kutunggu kau yang merubahnya.
Aku tak pernah ingin berharap lagi.
Semuanya ingin kulupakan.
Berusaha kukubur dalam dalam.
Bukan ingin berlalu, tak mengingatmu sama sekali.
Tapi Cuma ini jalan terbaik.
Untukku....
Untukmu....
Untuk kita.....
Segalanya kini sudah kupasrahkan.
Sudah kurelakan,
Meski rasa sakit tak bisa kutepis.
Bagaimanapun tak pernah kuinginkan kalau akhirnya seperti ini.
Kau adalah bagian terindah dalam hidupku.
Orang yang kucintai sepenuh hati.
Yang pernah kuijinkan mengetuk pintu hatiku.
Memasuki seluruh cinta yang selalu kusimpan rapat untuk sosok dalam mimpiku.
Semuanya akan kukenang,
Hari hari termanis yang kau beri sepanjang kita bersama.
Yang terindah yang kau hadirkan untukku.
Terima kasih... Untuk segalanya.
Mungkin itu yang belum sempat kuucapkan.
Karena membuatku bahagia meski sesaat.
Suatu hari nanti jika aku kembali.
Berdiri didepanmu dengan sosok yang berbeda.
Mungkin tak sesuai yang kau harapkan.
Tapi aku ingin kau mengerti,
Iinilah aku!
Seperti inilah aku!
Apa adanya.
Aku ingin menjadi diriku sendiri.
Tanpa pernah lagi harus memikirkan banyak perasaan yang mesti kujaga.
Ingin berdiri tegar .
Ingin memperbaiki segalanya.
Dan dari semuanya,
Tak bisa kupungkiri bahwa ini semua karenamu,
Kau memberi arti.
Terlalu berharga untukku.
Hanya satu yang tak akan pernah berubah, ....
Mengharapkan ebahagiaan mendampingi langkahmu.
Mewarnai hidupmu.
Meski bukan aku lagi yang melakukannya.
Aku ingin selalu melihat binar dimatamu.
Ingin melihatmu selalu tersenyum dan tertawa bahagia.
Ingin mimpimu terwujud.
Impian impian indah yang pernah kudengar.
Aku ingin sekali bisa membuat harapanmu terkabul.
Cuma itu yang tersisa kini, ...
Melihatmu bahagia...
Mendengarmu bahagia...
Berdoa agar kau bahagia...
Amin.....Ya Rabballalamin....

Tidak ada komentar: